antisipasi corona social distancing bermanfaat bagi keluarga ini kata psikolog

Adib Setiawan, M.Psi - 2020-03-21 10:00:36
Adib Setiawan, M.Psi
 

Antisipasi penularan Covid-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan untuk melakukan social distancing atau jarak sosial.

Di dalam sosial media, perintah tersebut selaras dengan gaungan para influencer yang mendukung hashtag #dirumahaja.

Perintah untuk menjaga jarak sosial yang berarti menghindari kerumuman dan pertemuan publik, nyatanya memberi manfaat bagi keluarga.

Hal tersebut disebutkan oleh Psikolog Keluarga dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia (YPPI), Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi.

Psikolog Keluarga Adib

Psikolog Keluarga Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia (YPPI) (www.praktekpsikolog.com) yang beralamat di Bintaro, Jakarta Selatan.

 

Adib menuturkan ada tiga hal yang bisa membuat social distancing bermanfaat bagi keluarga.

"Hal positifnya pertama di dalam keluarga, anak-anak bisa jadi lebih dekat dengan orang tuanya."

"Ketiga anak bisa belajar dari orang tua langsung, dampaknya mau ngga mau orang tua harus bisa jadi guru bagi anak-anaknya," ujar Adib yang biasa berpraktik di daerah Bintaro, Jakarta Selatan tersebut.

Lebih lanjut, Adib sepakat dengan aturan social distancing yang dianjurkan oleh pemerintah.

"Karena kalau tidak ada social distancing juga bisa lebih menderita, orang yang tertular bisa lebih besar," jelasnya.

Orang Tua Murid  - Orang tua murid SD Negeri Karangmekar Mandiri 1, Kota Cimahi membuat barisan dalam upacara menaikkan bendera di halaman sekolah mereka Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Senin (16/03/2020). Hari ini mereka hanya melakukan upacara bendera dan tidak melakukan kegiatan belajar mengajar. Hal itu sesuai dengan adanya surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Surat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia  Nomor HK.02.02/Menkes/56/2020 tentang menindaklanjuti WHO yang telah menetapkan status Virus Covid-19 sebagai darurat kesehatan Global yang sudah menjadi Pendemic dan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 400/25/UM tentang Penutupan Sementara Fasilitas Umum dan Penundaan Sementara Kegiatan Tertentu di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. TRIBUN JABAR/zelphi                                                      Orang tua murid SD Negeri Karangmekar Mandiri 1, Kota Cimahi membuat barisan dalam upacara menaikkan bendera di halaman sekolah mereka Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Senin (16/03/2020).  TRIBUN JABAR/zelphi (TRIBUN JABAR/ZELPHI)

Adib pun mengaku setuju dengan keputusan pemerintah untuk 'meliburkan' sekolah.

"Kalau sekolah tidak diliburkan maka rentan terjadi penularan dan bisa membuat orang yang meninggal dunia lebih banyak," ungkapnya.

Selain itu, Adib menyayangkan aturan social distancing yang dianjurkan, belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat.

"Di masyarakat pengaruhnya berbeda-beda, kadang ada orang yang tidak membaca berita jadi tidak tahu apa itu social distancing."

"Jadi mereka ada yang cuek-cuek aja dan tidak tahu, kalau yang tahu berarti orang sudah mulai teredukasi," kata Adib.

Ilustrasi Social DistancingIlustrasi Social Distancing (kstp.com)

Untuk itu, lanjut Adib, perlunya gerakan dari masyarakat yang sudah teredukasi untuk memberi pengaruh baik terhadap orang lain.

Sikap wasdapa dan mawas diri juga disebutkan Adib, agar tingkat penularan virus bisa ditekan.

"Jadi mau tidak mau harus tetap waspada, karena dari sisi positifnya social distancing itu lebih banyak.

"Menurut penelitian kalau melakukan social distancing tingkat kematian bisa lebih rendah daripada yang tidak melakukannya," ujar Adib.

 

sumber : klik


 
Index Berita
 
 

© 2020 YPPI.All rights reserved. Design by ideweb,Developer